Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Pasti Terjadinya Kebakaran

img

Petugas damkar yang sedang melakukan pemadaman

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Sebuah bengkel sekaligus gudang dan distributor ban truk bridgestone yang terletak di Jalan Marsma Iswahyudi, Kecamatan Teluk Bayur terbakar sekita pukul 16.30 WITA, Sabtu (23/4) Lokasi gudang yang tertutup pun sempat membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan Si Jago Merah.

Devi, karyawan gudang mengatakan, sudah pulang saat kejadian. Namun  ia memastikan semua jaringan listrik di wilayah gudang sudah padam saat meninggalkan lomasi.

"Saya pulang setengah lima sore. Enggak ada mencium bau apa-apa (hangus, red). Karena posisi baru bongkar ban," katanya.

Menurut saksi mata, Eko mengatakan api pertama terlihat muncul dari bagian belakang atas gudang. Seiring waktu, api merambat hingga ke bagian depan bangunan.

"Jadi pertama terlihat asap kecil dari belakang bangunan," jelasnya.

Saat kejadian disebutnya, tidak terdengar suara ledakan apapun. Ia menduga api berasal dari korsleting listrik. Pasalnya api juga berasal dari plafon gudang tersebut.

"Iya dari atas(plafon,red) makin lama makin besar api sama asapnya," ucapnya.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, anggota Damkar BPBD Berau, selama 12 jam lebih berjibaku memadamkan kobaran api di bangunan tersebut. Sulitnya material terbakar untuk dipadamkan membuat tim harus rela buka puasa dan sahur di tkp tersebut. Kobaran api sebenarnya sudah bisa dipadamkan sejak pukul 23.45 wita, namun material ban yang terbakar, membuat petugas terpaksa memadamkan total api di bagian dalam gudang yang berisi ban.

“Untuk api besarnya malam hari kami padamkan, tapi bagian dalam agak susah, karena areanya tertutup, dan ban itu susah padamnya,” ujarnya.

Dilanjutkan Nofian pihaknya juga dibantu alat berat, guna memadamkan kobaran api pada area gudang ban tersebut. Dijelaskan Nofian, kini seluruh area berhasil dikuasai oleh pihaknya. Dan tidak ada titik api yang ditemukan.

“Sudah clear semua, pendinginan juga dilakukan,” ucapnya.

 

Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Didik mengatakan, pihaknya telah memeriksa dua orang saksi yang wakar dan satu orang pekerja yang masih berada di lokasi kejadian pada saat kebakaran terjadi.

“Hasil pemeriksaan wakar atau penjaga, katanya ia tidak bisa masuk karena pintu terkunci,” ujarnya.

Wakar sendiri mengetahui kebakaran pada saat mendengar teriakan seseorang yang mengatakan, asap tebal mengepul pada bagian belakang yakni pada bagian gudang.

“Jadi setelah mendengar teriakan tersebut, wakar langsung mengecek, namun tidak bisa masuk, dan ia menghubungi staf HRD untuk meminta kunci,” paparnya.

Untuk kerugian sendiri, masih belum bisa dipastikan, namun diperkiraan mencapai miliaran rupiah. Pihaknya juga telah memasang garis polisi guna melakukan penyelidikan secara pasti apa penyebab kebakaran tersebut.

“Tunggu ya, kami masih penyelidikan,” pungkasnya.(sep)